“Saudara-saudara! Tolong dicatat dan diingat ya, NANTI kalau saya sudah duduk, saya akan selesaikan masalah saudara sekalianâ€. Mungkin seperti itulah kalimat yang disebut “kampanyeâ€. Kampanye memang sangat identik dengan “janjiâ€.
Tapi dalam politik, “janji adalah hutang†itu tidak berlaku. “Janji adalah harapanâ€, sepertinya kalimat ini lebih jujurlah. Sebab ketika seorang politikus berjanji, ia sebenarnya hanya sedang “berharapâ€, berharap untuk dipilih. Tapi setelah si politikus duduk, seringkali jawaban yang ada masih saja “NANTIâ€. Nanti ya! Tetap berharap ya!
Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:













