Para aktivis pendukung Rohingya di Myanmar mengatakan, Rabu (16/11), lebih dari 100 anggota komunitas etnis Muslim itu tewas dalam aksi kontra pemberontakan yang digelar pemerintah baru-baru ini di negara bagian Rakhine.
Ko Ko Linn dari Organisasi Nasional Arakan Rohingya mengatakan, menurut sejumlah penduduk desa, sedikitnya 150 orang dibunuh pasukan keamanan sejak Sabtu. Verifikasi independen atas klaim yang dikeluarkan pemerintah atau aktivis sulit dilakukan karena pemerintah membatasi akses masuk ke kawasan tersebut.
Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:














