“Saya melihat ada beberapa sekolah, sekitar 10 persen dari 228 SMA/SMK, yang masih mengikutkan siswanya ke sekolah tertentu. Itu yang mesti dievaluasi keberadaannya karena kita berharap bukan hanya kuantitas tapi kualitas,” kata Rahmat Effendi, Senin (4/4).
Rahmat menyatakan, keberadaan sekolah yang masih menumpang ini disebabkan kurangnya aspek sarana prasarana, jumlah siswa, dan SDM pendukung. Lantaran ada beberapa aspek yang belum terpenuhi, sekolah tidak siap melakukan sendiri proses ujian nasional di sekolah tersebut.
Menurut Rahmat, sekolah-sekolah yang menumpang didominasi oleh sekolah swasta, serta beberapa sekolah negeri yang masih dalam proses pembangunan. Salah satunya, SMA N 18 Bekasi yang dalam penyelenggaraan UN menumpang di SMA N 1 Bekasi.














