Ancaman Abu Sayyaf: Sampai 8 April Tidak Diberi Rp15 M, 10 WNI akan Dibunuh

175
Berbagi di Facebook
Tweet di Twitter

Sebab, Pemerintah Indonesia tidak ingin ada korban dari 10 WNI yang disandera tersebut.

“Sekali lagi, keselamatan sandera adalah prioritas utama,” kata Sutiyoso.

Pada kesempatan tersebut mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menilai wajar adanya penolakan dari pemerintah Filipina yang menolak menerima bantuan militer Pemerintah Indonesia dalam rangka pembebasan 10 ABK WNI yang disandera kelompok garis keras Abu Sayyaf.

Menurut Sutiyoso, penolakan tersebut karena Filipina memiliki harga diri dan kepercayaan terhadap militernya sendiri yang mampu membebaskan para sandera tersebut. (*)