Cara Ahok Tentang Allah SWT dan Nabi Muhammad

3585
Berbagi di Facebook
Tweet di Twitter

Enterberita.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok berteori tentang pemicu Allah SWT pilih Nabi Muhammad SAW jadi penyebar wahyu di muka bumi.

Ahok menyampaikan, Nabi Muhammad SAW yaitu seseorang pedagang yang handal. Juga sebagai seseorang pedagang, Nabi mempunyai karakter yang bersahabat pada kebanyakan orang. Karakter bersahabat itu sudah bikin Nabi Muhammad dapat berdagang hingga ke negeri-negeri yang jauh, sampai ke negeri Syam yang sekarang ini jadi negara Suriah.

Atas basic karakter bersahabat serta keluwesan berdagang yang bikin Nabi Muhammad gampang di terima beberapa orang, Ahok menyampaikan Allah SWT pilih Nabi Muhammad SAW jadi Rasul paling akhir penyebar ajaran Islam pada semua umat manusia.

” Saya memikirkan Allah SWT pilih Nabi Muhammad SAW lantaran apabila beliau pandai berdagang serta pandai bersahabat, ajaran Islam pasti bakal gampang beliau sebarkan, ” tutur Ahok dihadapan beberapa ulama Jakarta yang menghadiri acara Halaqah di Masjid Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Rabu, 12 Agustus 2015.

Ia menyayangkan mulai ditinggalkannya rutinitas Rasul berdagang oleh umat Islam saat saat ini. Walau sebenarnya, apabila umat Muslim betul-betul menghayati rencana ‘Islam rahmatan lil alamin’ atau agama Islam juga sebagai satu rahmat untuk sekalian penghuni alam, Ahok menyampaikan umat Muslim dapat menebarkan ajaran agamanya, satu diantaranya, lewat cara berdagang
Dibawah kepemimpinannya, Ahok menyampaikan, Pemerintah Propinsi DKI mensupport kembalinya proses ajaran agama Islam di lokasi Jakarta ke rencana-konsep yang di ajarkan Nabi. Satu diantaranya yaitu dengan memberdayakan rumah-rumah beribadah masjid.

Pada beberapa pengurus masjid Jakarta Islamic Center juga sebagai salah satu masjid paling besar di Jakarta, Ahok menyampaikan Pemerintah Propinsi DKI mulai tahun ini sampai satu tahun lebih ke depan sudah menyalurkan dana hibah yang nilainya meraih Rp11 miliar.

Dana hibah itu dipakai untuk meningkatkan masjid, diantaranya dengan bangun Museum Histori Islam Indonesia, membangun boarding school SMK Tehnologi Info, bangun pusat pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL), sampai paling akhir, membangun pusat kursus yang mengajarkan kekuatan berdagang seperti Nabi, pada beberapa pemuda Muslim.