Para peneliti percaya bahwa naik-turunnya suhu planet tersebut bisa disebabkan semburan gas dan debu yang kadang-kadang menyelimuti permukaan yang mungkin sebagian mencair.
Semburan disebabkan oleh tingginya aktivitas gunung berapi, yang mungkin lebih tinggi aktivitas di Io, salah satu bulan Jupiter. Io dikenal paling aktif secara geologis dalam tata surya.
“Kami melihat perubahan suhu hingga 300 persen dalam bentuk sinyal yang datang dari planet tersebut. Dan ini adalah untuk pertama kalinya kami melihat melihat tingkat variabilitas tinggi dari sebuah exoplanet,” kata Brice-Olivier Demory, kepala penelitian dari Cavendish Laboratory di Cambridge University.
55 Cancri e adalah Bumi super yaitu planet di luar tata surya yang permukaannya bergunung yang memiliki ukuran sekitar dua kali ukuran Bumi. Massa exoplanet itu delapan kali massa Bumi.
Exoplanet tersebut salah satu dari lima planet yang mengorbit sebuah bintang mirip matahari di konstelasi Cancer, dan berada begitu dekat dengan bintang induknya sehingga satu tahun hanya berlangsung 18 jam.
Planet ini juga tidak berputar seperti Bumi sehingga tidak ada pergantian siang dan malam. Masing-masing sisinya mengalami siang dan malam secara permanen.
Kemampuan mengetahui atmosfer dan kondisi permukaan planet Bumi super merupakan tonggak sejarah penting untuk menemukan kehidupan alien.














