Keindahan lain yang membuatku terpesona adalah Islam tidak hanya mendorong pemeluknya untuk memunyai hati dan pikiran yang bersih dan suci tapi juga menghadirkannya dalam bentuk sikap dan perbuatan. Di atas semua itu, Islam memunyai kitab suci yang masih terjaga kemurniannya. Itu memudahkan kita untuk membaca dan memahami isinya.
…Bagiku Tuhan adalah Tuhan. Tak perlu ada tambahan atau status lain bagi Tuhan, yang anak tuhan, tuhan bapa, dan sebagainya…
Banyak teman yang masuk Islam setelah mempelajarinya selama bertahun-tahun. Tapi aku memutuskan masuk Islam hanya sekitar 2 bulan sejak aku mulai mempelajarinya. Aku mantap dengan keputusan ini. Hanya saja aku agak khawatir dengan reaksi teman-teman dan keluargaku. Awalnya, aku masih menyembunyikan keislamanku dari mereka. Tapi lama-lama ayah dan ibuku mulai menyadari bahwa ada yang berbeda dengan diriku.














