Pemuda tersebut menjadikan ibunya seperti pembantu yang mengurusi segala keperluannya dari bangun tidur sampai beranjak tidur, sedangkan ibunya sendiri sudah uzur, Seharusnya sang anak lah yang harus mengurus dan membantu ibunya, Bukan sebaliknya.
Air mata sang ibu sering berlinang di kedua pipinya, berdoa dan mengharap pada Allah SWT agar memperbaiki jiwa anaknya dan menurunkan hidayah dalam hatinya.
Suatu ketika sang anak marah-marah pada ibunya dengan raut wajah kesetanan yang terlihat dari kedua matanya. Ia berteriak-teriak di dekat telinga ibunya,













