Alia menyebut, hingga saat ini Arab Saudi adalah negara di kawasan Teluk yang memiliki kekuatan finansial paling besar.
Menurut dia, terlepas dari ketegangan antara Riyadh dan Kairo, negara-negara lain di Teluk memang bersimpati kepada Kerajaan Arab Saudi. Imbasnya, mereka pun berhenti memberi berbagai bentuk dukungan ke Mesir.
Di lain pihak, hubungan dengan Kuwait pun masih menghangat. Dukungan Mesir untuk menyokong resolusi Rusia di Dewan Keamanan PBB memicu perang dingin Arab Saudi dan Mesir.
Beberapa hari setelah rampungnya voting di DK PBB, perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, membekukan pasokan minyak ke Mesir.
Sebagai dampaknya, Menteri Pertambangan Mesir Tarek El Molla mengunjungi Iran pada 6 November lalu.
Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:












