Selain itu, ia mengatakan bahwa metana yang rilis pada skala besar seperti tidak terjadi dalam sejarah dan terakhir kali dasar laut meluapkannya sekira 20.000 tahun lalu. “Saya pribadi melihatnya sebagai teori yang menarik dan tidak lebih dari itu,” kata Phrampus seperti dilansir Express, Rabu (27/7/2016).














