Pengharaman Babi dan Segala Unsurnya
Allah Ta’ala berfirman,
Ø¥Ùنَّمَا ØÙŽØ±ÙŽÙ‘Ù…ÙŽ عَلَيْكÙم٠الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ ÙˆÙŽÙ„ÙŽØÙ’Ù…ÙŽ الْخÙنْزÙير٠وَمَا Ø£ÙÙ‡ÙÙ„ÙŽÙ‘ بÙÙ‡Ù Ù„ÙØºÙŽÙŠÙ’ر٠اللَّه٠ÙÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù Ø§Ø¶Ù’Ø·ÙØ±ÙŽÙ‘ غَيْرَ بَاغ٠وَلَا عَاد٠Ùَلَا Ø¥ÙØ«Ù’Ù…ÙŽ عَلَيْه٠إÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ غَÙÙورٌ رَØÙيمٌ
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.†(QS. Al- Baqarah: 173).














