Kostum tersebut mengangkat keprihatinan dunia, khususnya Bangsa Indonesia, terhadap kehidupan Orang Utan di hutan Kalimantan. Tingginya aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab atas tindakannya, menyebabkan hutan di Kalimantan rusak parah dimana hal itu berdampak pada menurunnya habitat satwa liar seperti Orang Utan.
Kostum nasional ini terinspirasi dari ala baju ksatria perang dimana yang terbuat dari bahan dasar kertas daur ulang ramah lingkungan dan kemudian dianyam menyerupai anyaman rotan. Kostum ini dihiasi oleh ornamen Kalimantan yang melambangkan kekokohan serta pejuang untuk melindungi satwa Orang Utan dan hutan Kalimantan.





