Delapan dari sembilan mahasiswa tersebut dihukum pihak universitas selama sebulan. Hukuman itu akan menangguhkan kelulusan mereka sebagai dokter hingga tahun depan, yang seharusnya diberikan pada Juli tahun ini.
Sementara mahasiswa yang memindahkan mayat dinon-aktifkan dalam waktu yang tak terbatas hingga penyelidikan selesai.
Dua pengawas para mahasiswa itu juga diselidiki karena tidak menghentikan bawahannya minum alkohol selagi bertugas.














