Sementara mayat yang ikut diajak pesta itu adalah pasien yang meninggal dunia di hari yang sama pesta aneh itu digelar.
Fernando Tomasino, dekan Fakultas Kedokteran dari para mahasiswa magang itu, menerbitkan pernyataan resmi di situs kampus yang berisi ungkapan kemarahan dan kekecewaan yang mendalam.














