Presiden bukan majikan seorang menteri, sehingga seorang menteri tidak bertugas untuk melaksanakan kepentingan pribadi seorang presiden, bahkan juga kepentingan “politik” seorang presiden. Jadi seorang presiden yang ideal adalah seorang yang selalu berpikir untuk “kepentingan negara” atau dengan kata lain “kepentingan rakyat”. Loh, kok jadinya ngomongin presiden?
Kita mungkin sudah sering mendengar orang bilang, “jangan bermental babu”. Menjadi pembantu rumah tangga (babu) sudah termasuk sebuah profesi, bahkan banyak Tenaga Kerja Wanita (TKW) telah dikirim ke berbagai negara untuk menjadi seorang pembantu.
Ternyata ada bedanya antara babu dan “mental babu”, mental babu itu “disuruh apa saja mau”, karena merasa “terjajah”, atau bahkan merasa sudah menjadi “budak”.
Karena itulah setiap pembantu rumah tangga atau yang disebut “babu” itupun tidak selayaknya “bermental babu”. Seorang babu bahkan bisa menjadi babu yang professional dan punya harga diri, dan tentu saja gaji yang lumayan. Sebab setiap orang yang bekerja, tapi menerima upah yang tidak semestinya, dapat dianggap sedang mengalami perbudakan.














