enterberita.com - Diikuti sejumlah ajudan pribadi dan putri sulungnya, Siti Hardijanti Rukmana, Soeharto melangkah gontai memasuki ruang depan Istana Merdeka. Tak ada senyum. Wajahnya menunduk dan sebentar menengok ke kiri dan ke kanan sebelum akhirnya menuju tiang mik yang sudah berdiri tak jauh darinya.
Semua yang hadir di ruangan itu langsung mengambil posisi, termasuk BJ Habibie yang saat itu mendampingi Soeharto sebagai Wakil Presiden RI.
Pada Kamis pagi, 21 Mei 1998, sekitar pukul 09.00 WIB, dengan mengenakan baju safari hitam lengan pendek, peci hitam, dan berkaca mata, Presiden ke-2 RI Soeharto pun mulai membacakan pidato bersejarahnya.
Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:















