Di dalam buku itu tertulis bahwa Nabi Muhammad adalah nabi urutan ke 13. Padahal umat Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah nabi di urutan ke 25 atau terakhir.
Akibat kesalahan itu posisi Nabi Isa yang seharusnya sebagai nabi ke-24 justru tertulis di urutan ke-25.Kasus buku yang salah mengurutkan nabi-nabi itu mencuat di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.
Ceritanya ada seorang wali murid yang mendapati ada kesalahan dalam hafalan urutan nabi anaknya.
Informasi terbaru buku yang dianggap meresahkan itu sudah ditarik. Keputusan penarikan ini diambil oleh perusahaan penerbit yang bermarkas di Bandung itu.
Karena sifatnya adalah buku pengayaan atau bukan buku wajib, maka sebaran buku ini tidak meluas.
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tjipto Sumardi mengatakan buku yang bermasalah itu bukan buku resmi keluaran Kemendikbud.














