Sontak pasangan Agus Jamaluddin dan Bunda Dhimasy segera melarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sarah dirawat selama tiga hari, namun kondisinya tidak kunjung membaik. Menurut analisa dokter, balita nan hafidzah ini mengalami kerusakan selaput otak, pendarahan lambung serta demam yang sangat tinggi. Kondisi tersebut datang secara tiba-tiba, padahal sebelumnya Sarah adalah balita yang lincah dan ceria. Sebelumnya, ia memang menderita demam biasa dan masih bisa bermain bersama dengan teman-temannya.
Pada Sabtu dini hari (21/2) Sarah sempat siuman dan memanggil umminya. Meski ia sakit parah, rupanya Sarah masih melantunkan Qur’an surat An-Naba hingga 12 ayat.
Tepat usai membaca ayat 12, Sarah berhenti. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Allah memanggilnya dalam kondisi sedang menghapal Qur’an. Masya Allah, sakaratul maut yang begitu indah.













