Antara MAJNUN, JOKOWI, Dan Kuburan

377
Berbagi di Facebook
Tweet di Twitter

Tapi belakangan ini banyak pula berita yang bicara tentang “pembubaran BP Batam”. Majnun merasa tidak perlu banyak ikut campur tentang pembubaran. BP Batam sebagai warisan Orde Baru memang wajar saja jika dianggap sebagai aset Negara oleh rezim yang silih berganti, seiring semakin tenggelamnya “Sejarah Melayu” di Kepulauan Riau, yang seolah-olah sudah menjadi mitos atau setakat legenda.

Semenanjung Barelang (Batam-Rempang-Galang) memang masih cukup menjanjikan untuk dihidangkan kepada para investor, terutama Pulau Rempang dan Pulau Galang, yang masih hijau, tak seperti Batam (mainland) yang sudah cukup terisi bahkan tumpang tindih.

Jokowi memang cukup fenomenal dan sarat dengan propaganda perubahan, karena itulah Majnun masih menaruh sedikit harapan kepada “negara ini”, paling tidak, kalaupun kampungnya kelak akan digusur habis, kepada Tuhan tetaplah dimintakan pertolongan, supaya adalah satu atau dua kuburan yang disisakan.

Supaya orang-orang yang datang ke Batam sebelum dunia kiamat pun tahu juga, bahwa sebenarnya sebelum negara ini merdeka, Batam adalah bagian dari tanah wilayah kekuasaan kerajaan yang berdaulat.

Itulah sedikit kisah Majnun yang setengah gila itu kepada Sudirman El Batamy.