Oleh karena itu, sebagai orang pilihan, kita bantu sahabat atau pun saudara kita untuk menuju pada kecerahan hidup. Maksudnya, kita bantu mereka untuk membukan mata hatinya. Jangan biarkan mereka diperbudak oleh harta, tahta dan wanita. Memang cukup sulit bagi kita untuk menyadarkan orang yang seperti itu, tapi tak ada salahnya kita mengingatkan sesama. Yang salah ialah ketika kita membiarkannya.
Tapi ingat, sebelum memberitahu orang lain maka bedahi dahulu diri sendiri. Artinya, lihatlah diri kita melakukan itu atau kah tidak. Ingat kembali apa tujuan hidup kita. Jangan jadikan harta sebagai tujuan hidup, karena orang hanya orang bodohlah yang akan berpikiran seperti itu. Kita tahu bahwa kita adalah calon mati. Cepat atau lambat kita pasi mati. Maka, apakah harta akan menemani kita ketika mati hingga di akhirat nanti? Tentu saja tidak!
Oleh sebab itu, boleh kita mencari dunia karena memang kita ini hidup di dunia, tapi ingat, ada hal lain juga yang samap pentingnya, ialah kehidupan di akhirat. Mencari kebutuhan dunia harus dibarengi dengan amal yang akan menjadi bekal untuk di akhirat kelak. Dengan begitu, pekerjaan di dunia yang sementara ini tidak akan sia-sia hanya untuk memenuhi dunia saja, tapi dengan dilakukan sesuai dengan kaidah Islam, yakni amal-amal shaleh dan meninggalkan hal tercela dalam mencari harta, insya Allah di akhirat kita akan selamat. Wallahu ‘alam.












