Ia mengaku tidak suka dengan gaya bicara santun atau berbicara manis-manis di depan namun tidak terlihat hasil kerjanya. Oleh sebab itu ia siap bila memang dibenci oleh sejumlah kalangan karena gerakan perubahan yang ia buat di tubuh birokrasi Pemprov DKI Jakarta.
“Zaman ini sudah berubah, orang bukan benci sama Ahok karena kasar, tapi karena mereka sudah tidak bisa korupsi. Kalau anda perhatikan saya sekarang tambah ramping karena setiap pagi latihan otot saja. Saya lebih kurus, lemak itu hilang jadi otot, jadi kalau ditonjok sama orang yang demo tahan,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh perusahaan atau pengusaha untuk tidak pernah memberikan atau menyogok pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta selama ia memimpin. Ini karena setiap pejabat sudah difasilitasi dengan gaji dan tunjangan yang cukup besar.
“Saya baik kepada pengembang, asalkan pengembang juga baik sama masyarakat dengan melaksanakan tanggung jawab sosialnya, tapi saya minta pengusaha jangan kasih-kasih lagi uang ke pejabat. Kalau diperas atau diancam sama pejabat, jual nama saya saja, jangan ada yang minta-minta, tunggu Ahok enggak jadi gubernur lagi baru bisa kasih,” kata Ahok.














