Kafe Jamban di Semarang yang mengajak pelanggannya untuk menyantap hidangan di atas wadah jamban mengundang cibiran dan komentar miring masyarakat. Sang pemilik, Budi Laksono, menanggapinya dengan santai dan tetap melanjutkan usahanya yang disebut bertujuan memberikan edukasi kesadaran sanitasi.
Apakah hal tersebut efektif? Direktur Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, dr Imran Agus Nurali, SpKO, angkat bicara. Secara popularitas untuk menarik perhatian mungkin saja. Tapi nanti akan ada efek buruk seperti bumerang yang akan dialami pemilik kafe karena ‘melawan’ adab etika yang ada di masyarakat.
Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:















