Dari penelitian tersebut ditemukan sisa-sisa mumi, artefak, peti mati berhias, cincin segel yang rumit, manik-manik dan juga jimat. Mereka cukup kesulitan menganalisa identitas mumi tersebut dikarenakan kurangnya prasasti di dinding makam yang biasanya menunjukkan silsilah dari mumi tersebut.
Nilsson menambahkan bahwa banyak makam yang terlihat kondisinya sangat buruk dimana mengalami erosi karena naiknya air laut yang mengandung garam.
Secara garis besar, makam yang ada di sana merupakan makam dari mereka yang berstatus sosial tinggi dan hingga kini peneliti terus berusaha mengungkap berbagai macam makam yang seakan saling berhubungan satu dengan yang lainnya.















