Perkembangan pesat media informasi saat ini telah menjadi salah satu senjata canggih politik. Siapa yang paling banyak disebut namanya, akan berpotensi memenangkan “pertarungan”.
Tak perduli lagi apakah namanya disebut dalam deretan kata-kata puitis, diselipkan dalam kalimat yang bagai sabda, dalam kabar baik atau dalam berita negatif, hoax, atau bahkan fitnah.
Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:













