Apakah manusia evolusi dari manusia purba ? ini bantahan al-quran

18101
Berbagi di Facebook
Tweet di Twitter

Kejadian Manusia Menurut Al-Qur’an

Seandainya Darwin maupun Wallace serta koleganya mau membaca Kitab Al-Qur’an, tentu mereka tak perlu repot-repot mengadakan segala macam penelitian itu. Sebab dalam Surat 23 (Al-Mu’minuun) sudah dijelaskan perkembangan kejadian manusia dan kehidupannya di akhirat.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.” (QS 23:12)

“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (QS 23:13)

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS 23:14)

“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.” (QS 23:15)

“Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” (QS 23:16)

Adapun mengenai perbedaan warna kulit, disebut dalam Surat 30 (Ar Ruum) dan 49 (Al Hujuraat) yang menjelaskan, bahwa manusia itu diciptakan berbagai suku bangsa dan bahasa agar saling kenal. Dan ukuran keunggulan manusia bukan pada kekuatan tubuhnya, tapi karena taqwanya kepada Allah Swt.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS 30:22)

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS 49:13).

Dari kasus ini dapat dipetik hikmah, bahwa setinggi apapun ilmu pengetahuan yang dapat dicapai manusia, harus kembali disandarkan kepada Al-Qur’an. Karena “Allah Maha Tahu, Maha Luas Ilmunya, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS 2:29).

Kesimpulan

Pandangan Islam tentang awal kejadian manusia bisa dilihat di Surat Al Hijr (Qs 15). Manusia diciptakan Allah Swt. dari lumpur hitam yang diberi bentuk dan diberi ruh. Bukannya berasal dari kera yang berevolusi.

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Qs 15:28-29)

Perkembangan berikutnya bisa dilihat di Surat An Nisaa’ (Qs 4). Dari diri nabi Adam lalu diciptakan isterinya, kemudian mereka berkembang biak sampai banyak. Dan sampai sekarang tidak berubah. Tidak ada evolusi genetika.

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs 4:1)

*) Dra. Agus Setyawati: Alumnus Fisip Jur. Antropologi Unhas Makassar