Seleksi Alam
Di samping Darwin ada pula ahli biologi lain, yaitu Albert Wallace (1823-1913), yang secara terpisah dari Darwin juga telah mengembangkan gagasan tentang evolusi mahkluk di dunia yang sama. Walaupun Wallace lebih memperluas soal proses seleksi alam dalam penentuan bentuk fisik dan jenis-jenis yang baru dalam proses evolusi.
Darwin hanya menyebutkan seleksi alam itu secara sepintas lalu dalam ceramahnya. Pada dasarnya memang tidak ada perbedaan antara teori mengenai proses evolusi dari kedua ahli biologi itu. Keduanya berpendirian, bahwa di antara individu-individu dalam satu jenis mahiduk selalu ada perbedaan-perbedaan kecil.
Beberapa individu yang lemah kurang dapat bertahan terhadap tekanan-tekanan alam, lalu mati. Sedangkan individu-individu yang lebih kuat dapat bertahan dan hidup langsung, melahirkan keturunan dan mewariskan sifat-sifatnya yang kuat kepada sebagian dari keturunannya.
Menurut Wallace, semakin kejam dan keras tekanan alam, maka semakin tinggi pula mutu yang menjadi syarat bagi organisme individu dalam suatu jenis makhluk pada suatu gene- rasi tertentu. Dan apabila keadaan alam berubah, maka hanya individu dari suatu jenis yang memiliki sifat-sifat yang dapat memenuhi syarat-syarat alamiah itulah yang dapat bertahan untuk hidup terus. Inilah yang oleh Darwin dan Wallace disebut “Seleksi Alam.”














